springofvictory

ABU – ABU (SYUBHAT) DALAM KRITIK MENGKRITIK

Posted by: springofvictory on: April 24, 2011

“sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram juga jelas. Antara keduanya ada perkara samar yang tidak diketahui banyak orang. Orang yang menghindari perkara samar, berarti memelihara agama dan harga dirinya. Sedangkan orang yang jatuh dalam perkara samar, berarti jatuh dalam perkara haram.” (Hadist Bukhari dan Muslim)

                Dalam hadist tersebut cukup dijelaskan bahwa ada suatu daerah dalam aktivitas kita yang samar antara halal dan haram. Daerah yang samar dan tidak jelas itu disebut dengan syubhat. Syubhat ternyata tidak hanya dalam masalah makanan saja namun juga termasuk dalam kita bersikap ternyata. Singkatnya urgensi topik ini adalah menghindarkan kita dari wilayah haram tersebut. Syubhat dalam hal ini biasanya pada konflik yang biasa terjadi. Pesan yang sebelumnya bertujuan untuk suatu kritikan yang konstruktif berubah menjadi serangan negatif yang ternyata cenderung dekstruktif. Tujuan utama untuk merubah pihak yang akan kita kritisi ternyata menjadi suatu konflik negatif yang berujung pada rasa ketidaksukaan dan melebarkan jurang perkawanan.  Hal ini adalah kondisi yang paling sering terjadi. Kondisi tidak ideal dimana presepsi yang saling bertemu tidak pada frekuensi yang sama. Saat pola komunikasi yang terbangun kurang menyenangkan, maka ada beberapa hal yang perlu kita cermati dan rasakan sebenarnya.

                Ada beberapa etika yang perlu digaris bawahi yang sesungguhnya hal ini menjadi kultur yang dibangun. Etika menjadi penting mengingat akhlak merupakan patokan utama keimanan seseorang yang telah matang. Etika ini adalah etika yang baik dan manusiawi, sehingga kritikan yang akan kita sampaikan dapat merpengaruh positif dan konstruktif. Saat kita memberikan pendapat yang objektif adalah hal yang sah dalam berbagai kesempatan. Namun terkadang hal ini tertutupi disebabkan kita sudah terlebih dahulu memiliki rasa negatif pada orang yang akan kita beri kritikan. Biasanya hal inilah yang dapat mengaburkan konten yang akan disampaikan. Padahal kita mengenal suatu kaidah bahwa kita bisa membenci perbuatan seseorang namun bukan membeci orangnya, hal ini untuk menjaga rasa kemanusiaan yang masih kita miliki untuk dapat berpandangan jernih.

Sering kali kita sangat mengkritisi orang – orang yang kebetulan tidak kita sukai, hingga mencari celah – celah keburukannya dan aib seseorang yang dikritik. Namun hal demikian hanya berujung pada kepuasan untuk mengeluarkan uneg – uneg saja sedangkan tujuan asal untuk memberikan masukkan tidak sampai. Demikian terjadi hingga akhirnya tidak ada perubahan apa – apa yang selain memperburuk situasi yang sudah buruk. Ternyata banyak juga yang mengkritik hanya untuk menaikkan citra dirinya sendiri dan memanfaatkan kesalahan orang lain untuk menaikkan ketenaran  dirinya. Seolah – olah menjadi pemberani dengan menyuarakan hal yang dianggapnya benar walaupun hal itu belum tentu benar. Ternyata justru menambah efek fitnah dengan informasi tambahan untuk mempermanis krtitikan.

Kritikan adalah hal yang penting, justru ini adalah suatu kebutuhan antar manusia. Sebagaimana sebuah perusahaan yang akan selalu membutuhkan masukan dari konsumennya sehingga meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan konsumen. Jika kita perhatikan cara perusahaan sebenarnya nyaman untuk diikuti. Perusahan memperoleh kritikan misalnya melalui media kuesioner atau lewat telepon antara dua arah dan tidak diumbar – umbar pada khalayak. Hasilnya menjadikan nyaman pada konsumen sendiri dan perusahaan dapat meningkat kualitasnya.  Ini juga suatu proses mengkritik yang berefek positif. Tanpa mengkritik, sebuah organisasi manapun akan lambat perkembangannya.

Ada ketentuan syar’i dalam hal ini dan ingatlah bahwa kritik itu tidak untuk menelanjangi seseorang akan aibnya sendiri. Sehingga diutamakan untuk selalu menyampaikan kejujuran dan adil dalam menilai secara objektif. Salah juga jika kita tidak mengkritik lantaran kita memiliki rasa sayang pada seseorang yang sesungguhnya perlu dikritik.  Atau lebih parah lagi, bila mengkritik karena bayaran dan pesanan. Niat dalam mengkritik haruslah lurus tujuannya untuk kebaikan bersama.

Akhlaq dalam mengkritik dengan melepaskan sikap fanatisme masing – masing kelompok atau golongan. Selain Akhlak, penting juga mengetengahkan argumen yang kuat sehingga seseorang dapat mempertahankan argumennya ketika berbeda pendapat dengan orang yang memiliki argumen tanpa logika. Selain akhlak dalam mengkritik, hal yang menjadi pertimbangan utama dalam mengkritik adalah kebutuhan dari pihak yang dikritik disebabkan adanya penyelewengan kebijakan misalnya. Maka dengan proses yang terjaga kita dapat meminimalisir ghibah. Jangan dulu menolak dan meremehkan kritikan orang lain yang kita anggap tidak kompeten maupun yang tidak kita sukai. Rasulullah bersabda “ kesombongan adalah membuat seseorang menolak kebenaran dan meremehkan manusia lain”.

Tujuan mengkritik bukan untuk mendapatkan yang menang maupun yang kalah namun mencari jalan keluar bersama – sama. Imam syafi’i sendiri tidak menerima kritik dimuka umum sebab hal ini tidak efektif memperbaiki orang yang dikritik. Semoga kultur mengkritik diantara kita menjadi lebih beradab dan berorientasi pada solusi. Sudah terlalu banyak masalah yang rumit jangan ditambah lagi dengan pola komunikasi yang membuat masalah rumit menjadi lebih rumit. Sebait puisi yang berjudul Percayailah yang Terbaik menjadi penutup dalam topik kali ini.

                                Mempercayai yang terbaik dari diri seseorang

                               Akan menarik keluar yang terbaik dari diri mereka

                               Berbagi senyum kecil dan pujian sederhana

                              Mungkin saja mengalirkan ruh baru

                                         pada jiwa yang nyaris putus asa

                              Atau berbuat sekeping hati kembali percaya

                             Bahwa dia berhak dan layak untuk berbuat baik.

                                 (Salim A. Fillah – Dalam Dekapan Ukhuwah)

alhamdulillah

Posted by: springofvictory on: April 12, 2011

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.

  • None
  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Categories

Archives

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.